Jakarta (KABARIN) - Xiaomi berhasil jadi vendor smartphone terlaris di Indonesia tahun lalu dengan menguasai sekitar 19 persen pangsa pasar.
Dengan capaian ini, Xiaomi berencana memperluas ekosistemnya tahun ini, membuat smartphone bukan cuma alat komunikasi, tapi juga pusat kendali kehidupan digital.
“Kami melihat masyarakat Indonesia makin pintar dalam memilih teknologi. Mereka nggak cuma cari perangkat dengan spesifikasi tinggi, tapi juga ekosistem yang bisa meningkatkan kualitas hidup. Kepercayaan ini jadi energi bagi Xiaomi untuk melangkah lebih ambisius di 2026,” kata Direktur Xiaomi Indonesia Wentao Zhao.
Laporan riset Omdia menunjukkan Xiaomi memimpin pasar smartphone di Indonesia pada 2025 dengan pangsa 19 persen, di atas merek China lain seperti Transsion 18 persen, Oppo 16 persen, dan Vivo 15 persen.
Kesuksesan ini salah satunya didorong oleh performa POCO, submerek Xiaomi yang fokus pada smartphone berperforma tinggi dan diminati penggemar mobile gaming.
Lewat visi global “Human x Car x Home”, ponsel Xiaomi berfungsi sebagai gerbang utama yang menghubungkan mobilitas, transportasi, ruang tinggal, hingga perangkat pintar lain dalam satu ekosistem terpadu.
“Fokus kami di 2026 adalah memastikan setiap interaksi dalam ekosistem Xiaomi terasa natural dan adaptif dengan rutinitas harian. Teknologi hadir di balik layar tapi manfaatnya nyata dalam memudahkan produktivitas masyarakat,” ujar Wentao.
Xiaomi mengandalkan HyperOS 3 sebagai fondasi utama ekosistem ini. Sistem operasi ini menyatukan seluruh perangkat Xiaomi dalam satu platform, dilengkapi AI yang memahami gaya hidup pengguna, memastikan transisi antarperangkat mulus, dan memberi kendali penuh untuk menciptakan kehidupan yang cerdas.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026